Mantan Gubernur Banten : Menangis Dihadapan Majlis Hakim, Dirinya Khilaf Melakukan KORUPSI

Mantan Gubernur Banten : Menangis Dihadapan Majlis Hakim, Dirinya Khilaf Melakukan KORUPSI

74 views
0
BERBAGI

Mantan Gubernur Banten (Ratu Atut Chosiah) Menagis meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya.

JAKARTA | Ratu Atut Chosiah, menangis saat menyampaikan pembelaan (pleidoi) sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Mantan Gubernur Banten ini (Ratu Atut-red) meminta agar majelis hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya, sambil menangis tersendu sendu dihadapan majlis hakim.

“Saya mohon dengan sangat keputusan majelis hakim. Saya yang dianggap melakukan kesalahan, saya mohon diputus seadil-adilnya,” ujar Ratu Atut kepada majelis hakim.

Mantan Orang Nomor satu di tanah jawara ini (Banten-red) Ratu Atut Chosiah juga meminta maaf karena telah melakukan kesalahan saat ditunjuk sebagai pejabat negara. Dirinya merasa khilaf sudah melakukan korupsi saat menjabat sebagai Gubernur Banten.

Ratu Atut Chosiah tak kuat menahan tangis saat ia menceritakan kehidupannya selama beberapa tahun terakhir di jeruji, yang harus menjalani masa pidana di balik jeruji besi.

Dengan suara parau bergelimangan air mata dan tersedu sedu, Ratu Atut Chosiah menceritakan kesedihannya karena tak bisa membesarkan Putra Putri (anak-anaknya-red).

Apalagi, Ratu Atut Chosiah merupakan terpidana kasus korupsi yang telah divonis 7 tahun penjara

“Saya masih punya tanggung jawab pada putra saya dan putri saya, keluarga saya,” kata Ratu Atut Chosiah seperti dilansir kompas.com. kamis (6/7/2017).

Menurut Ratu Atut Chosiah, semua kesalahan yang ia lakukan tidak dirancang olehnya. Atut meminta agar keterangan para saksi yang meringankan dakwaan jaksa dapat dipertimbangkan oleh majelis hakim.

“Saya mohon seadil-adilnya bagi diri saya. Sekarang saya sedang menjalani hukuman selama 7 tahun,” kata Ratu Atut.

Ratu Atut Chosiah sebelumnya dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.

Ratu Atut Chosiah juga dituntut membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Menurut jaksa, Ratu Atut Chosiah terbukti merugikan negara sebesar Rp 79,7 miliar dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Ratu Atut Chosiah dinilai telah memperkaya diri sendiri keluarga serta kerabat bahkan orang lain. | respeknews.com | (Red)

 

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY