Tak Jalankan Hak Normatif, Ratusan Buruh Mogok Kerja Dirikan Tenda

Tak Jalankan Hak Normatif, Ratusan Buruh Mogok Kerja Dirikan Tenda

653 views
0
BERBAGI

Jakarta, (RN) – Ratusan buruh PT Sayap Mas Utama yang berapiliasi dengan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), melakukan aksi mogok kerja, Senin (27/11/17), berlokasi di Jalan.Tipar Cakung, Kav F5-7 Jaktim.

Dalam aksi mogok kali ini, para buruh menuntut agar pihak Perusahaan yang memproduksi perlengkapan sabun membayar sisa upah pada bulan Febuari 2017. Tidak hanya itu, mereka juga menuntut agar Perusahaan memberikan tunjangan tetap bagi seluruh pekerja PT.SMU sesuai Perjanjian Kerja Bersama.

Menurut Supardi Kordinator Aksi mengatakan” Aksi mogok kerja hari ini dilakukan karena pada saat Serikat Buruh di PT Sinar Mas Utama (SB SMU), mengajukan perundingan bipartit dengan perusahaan. Pihak perusahaan tidak meresponnya, bahkan kita sampai empat kali mengajukan perundingan dengan pihak perusahaan alat tetapi pihak manajemen tidak meresponnya. Mereka enggan menanggapi permintaan kami yang ingin mengajak musyawarah. Pekerja disini malah mendapatkan perlakuan intimidasi terhadap pengurus dan anggota Serikat Buruh di PT Sinar Mas Utama. Tidak hanya berhenti disitu, Perusahaan secara diam-diam telah beberapa kali melakukan mutasi terhadap pengurus dan anggota serikat ke luar daerah secara sepihak,” Ujar Pardi.

Istimewa

Aksi di PT Sayap Mas Utama juga, mendapatkan dukungan solidaritas dari ratusan anggota Konfederasi KASBI yang berada di Wilayah Jabodetabek. Mereka turut hadir dalam aksi tadi dan mendukung perjuangan buruh di PT Sayap Mas Utama dalam memperjuangkan hak normatif di Perusahaan.

Maman Nuriman Kordinator Buruh Banten menambahkan” Aksi mogok kerja yang dilakukan buruh PT. Sayap Mas Utama ini sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu, semestinya pihak perusahaan mengabulkan tuntutan para pekerja yang ingin melakukan mediasi. Dimana yang namanya pihak perusahaan harusnya menjalankan da tidak harus dituntut oleh pekerjanya. Saya juga sangat menyayangkan kepada bidang kepengawasan. Dimana masih saja ditemukan perusahaan yang sering melanggar hak normatif. Itu artinya selama ini mereka tidak ada pungsinya dalam proses pengawasan. Saya bisa melihat perusahaan yang sekarang dihadapan ini dan mungkin saja terjadi di Pabrik-pabrik sekitar yang tidak menjalankan hak normatif para pekerjanya. Tentu itu bagian dari tanggung jawab pengawasan setempat sehingga nanti tindak ditemukan lagi perusahaan yang melanggar” Ungkap Maman. (Jumri/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY