Usai dioperasi, kondisi dua anggota Brimob yang ditusuk membaik

Usai dioperasi, kondisi dua anggota Brimob yang ditusuk membaik

13 views
0
BERBAGI
Anggota Gegana bersiap meledakkan tas yang diduga milik pelaku penikaman anggota Brimob di depan Masjid Falatehan, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Dua anggota Brimob menjadi korban penikaman di Masjid Falatehan yang berada di dekat Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, sementara pelaku yang berusaha melarikan diri berhasil dilumpuhkan petugas. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/spt/17.

JAKARTA | Dua anggota Brimob yang menjadi korban aksi penikaman oleh orang yang tak dikenal di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sudah semakin membaik. Mereka sudah selesai menjalanii operasi.

“Keduanya sudah dioperasi. Saat ini, sedang dalam perawatan. Kondisi keduanya stabil,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta pada Minggu, (2/7/2017) .

Rikwanto mengatakan bahwa tim dokter ahli bedah plastik sudah melakukan rekonstruksi perbaikan luka terhadap AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bahtiar di kamar operasi di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Proses operasi keduanya berjalan lancar dan berhasil,” tutur Rikwanto.

Sebelumnya, pada Jumat, 30 Juni malam, dua anggota Brimob yaitu AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bahtiar diserang oleh seorang pria misterius usai menunaikan ibadah salat Isya di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaku yang disebut polisi bernama Mulyadi ikut salat bersama korban sebelum beraksi.

Saat jemaah bersalaman, tiba-tiba pelaku menyerang secara acak ke arah personel polisi dengan menggunakan pisau sangkur. Keduanya mengalami luka di bagian wajah dan leher.

Usai menikam polisi, pelaku kemudian keluar dari masjid dan melarikan diri ke arah Blok M.

Kemudian anggota Brimob yang berjaga tak jauh dari masjid, mengejar pelaku dan memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tak diindahkan pelaku.

Selanjutnya anggota Brimob menembak pelaku. Pelaku pun akhirnya meninggal di tempat. Tim Densus 88 masih mendalami pelaku berafiliasi dengan jaringan teroris mana. Namun, Polri menduga pelaku memiliki motif yang sama seperti pelaku penyerangan Mapolda Sumatera Utara. (Yud/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY