Wiranto: Aktor dan Donatur Muslim Cyber Army Diburu Tuntas

Wiranto: Aktor dan Donatur Muslim Cyber Army Diburu Tuntas

20 views
0
BERBAGI

Jakarta, RESPEKNEWS.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan jaringan penyebar konten hoaks dan ujaran kebencian Muslim Cyber Army atau MCA diusut tuntas. Wiranto mengatakan polisi akan memburu aktor dan penyandang dana MCA.

“Apakah bantuan itu dukungan, penyandang dana, yang ngomporin, master mind-nya itu akan diusut tuntas,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Wiranto mengapresiasi Tim Siber Bareskrim Polri yang mengungkap sindikat MCA ini. Dia menyebut isu provokatif yang disebarkan MCA dapat mengganggu kehidupan masyarakat Indonesia.

“Siapapun yang membantu dengan cara apapun ada hukum yang proses,” ujar Wiranto.

Sebelumnya, Ketua Setara Institute Hendardi meminta polisi mengusut aktor intelektual di balik kelompok Muslim Ciber Army, penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Menurut Hendardi aksi MCA tidak hanya membahayakan kontestasi politik tetapi yang utama adalah membelah masyarakat.

Hendari mengatakan melihat personel dan pola gerakannya, kelompok MCA ini agak berbeda dengan Saracen yang memiliki struktur jelas dan motif ekonomi dominan. Kelompok MCA tampak lebih “ideologis”, memiliki banyak sub kelompok dan ribuan anggota di seluruh Indonesia dengan ikatan organisasional relatif cair.

“Jika merujuk pada konten yang disebarkan, pesan-pesan kelompok MCA mengarahkan kebencian itu pada partai politik atau tokoh yang saat ini menjalankan kepemimpinan nasional. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pekerjaan ini datang dari kelompok penentang,” ujarnya Hendardi dalam siaran pers yang diterima respeknews di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Polisi sebelumnya menangkap enam anggota MCA di beberapa kota di Indonesia. Penangkapan anggota MCA merupakan hasil investigasi Tim Siber Bareskrim Polri selama enam bulan. Setelah Saracen terungkap, polisi melakukan investigasi lanjutan hingga ditemukan tim MCA.

Menurut polisi, adanya penangkapan tersebut diharapkan dapat memberikan efek deteren bagi masyarakat luas atau kelompok lain seperti MCA untuk berhenti melakukan hal seperti itu.

“Kalau semuanya mau ditangkap, kan enggak mampu kita, yang kita harapkan adalah efek deteren. Kalau yang ini ditangkap yang lain juga diharapkan berhenti gitu lho. Jangan malah makin menggelora, makin kencang aja nih, ya apa boleh buat. hukum kita ada, ya harus kita tegakkan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Jumat, 2 Maret 2018. (Krm/Red)

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY