Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Banten Berakhir,10 Peserta Jadi Yang Terbaik

Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Banten Berakhir,10 Peserta Jadi Yang Terbaik

165 views
0
BERBAGI

Kota Tangerang, – Pendidikan kader madya yang dilakukan DPD PDIP Provinsi Banten selama empat hari terakhir, resmi ditutup, Sabtu, (16/9/17) malam. Penutupan dilakukan oleh Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah dengan pidato kebangsaan selama hampir 180 menit. Tercatat ada 10 peserta yang mendapat gelar terbaik dipelatihan kali ini.

Usai penutupan Ahmad Basarah mengatakan, pelatihan kader yang dilakukan PDIP bersifat sistemik. Artinya pelaksanaannya sudah menjadi agenda wajib semua kader PDIP. Pendidikan kader dilakukan mulai jenjang pratama,madya hingga utama atau pelopor.

Istimewa

Untuk pratama dilakukan di DPC, madya oleh DPD dan Utama atau pelopor dilaksanakan oleh DPP. Pendidikan kader yang berjenjang oleh PDIP membuktikan bahwa PDIP adalah salah satu partai yang telah menyiapkan SDM nya untuk membangun bangsa dan Negara.

“Boleh dikatakan PDIP lah partai yang paling siap untuk menjawab tantangan kebangsaan dan bernegara saat ini. Sebab kita mempunyai kader yang telah dibekali pendidikan yang sistematis baik secara teori ataupun praktek lapangan,” kata Basarah.

Wasekjen DPP PDIP. Ahmad Basarah. Dok. Yudi Fotografer respekNEWS.

Dikatakan, selama mengikuti pendidikan kader oleh, peserta bukan hanya mengikuti pendidikan dalam kelas saja, melainkan ke lapangan juga. Bila dalam kelas hanya empat hari saja, berbeda dengan praktek lapangan. Di lapangan peserta harus menyelesaikan tuga yang diberikan selama kurang lebih dua bulan.

Selama di masyarakat peserta harus mampu menemukan problem yang ada di masyarakat serta menawarkan pemecahan masalahnya. Yang terpenting adalah saaaat turun ke masyarakat peserta harus bisa membumikan ideology Negara yang juga merupakan ideology partai.

“Dengan pendidikan semacam ini, PDIP ingin menjelaskan kepada masyarakat tentang rekam jejak kader serta wakilnya bila mencalonkan diri nanti. Baik untuk kepala daerah ataupun anggota legislative,” tandasnya.

Andaru Sanyoto Ketua Biro Materi Badiklat Pusat DPP PDIP menambahkan, saat ke lapangan tentunya kader akan menemukan persoalan di masyarakat yang berbeda-beda. Pemecahan masalah yang dilakukan pun harus memperhatikan kearifal local masyarakat.

Namun demikian yang jelas, setiap peserta harus mampu peka terhadap persoalan yang timbul di masyarakat dengan berpedoman pada ajaran Bung Karno. Dimana dalam salah satu ajaran penting Bung Karno yakni megenai keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Badiklatpus PDIP sudah melakukan pemetaan social dan persoalan di masyarakat. Point itu yang akan menjadi penilaian akhir lapangan oleh peserta. Intinya mereka harus peka terhadap persoalan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, keadilan dan lainnya,” terangnya.

Secara garis besar Badiklapus telah mengelompokan 52 item problemdi masyarakat. Dari point tersebut saat dalam kelas peserta telah di tes untuk melakukan pemecahan masalahnnya. Sebab selama empat hari peserta pendidikan kader madya diberikan latihan soal-soal yang hasilnya menjadi sebuah penailaian.

“Lulus dan tidaknya tergantung, hasil dua bulan peserta di lapangan. Dan yang lulus akan diberikan sertifikat kelulusan dari DPP,” tandasnya.

Sementara Sekjen DPC PDIP Kota Tangerang Gatot Wibowo menerangkan, 10 peserta terbaik selama mengikuti pendidikan kader madya di kelas selama empat hari diantaranya adalah, Bambang Janoko, Teja kusuma, Made Laksmi, Jeremi, Sri Hartati, A Supriyadi, Jidan, Junaidi Ibnu, Mufrod dan Purba. Sepuluh peserta tersebut dinilai terbaik selama dalam kelas lantaran keaaktifannya saat mengikuti pendidikan.

“Diantaranya selalu absen, tepat waktu, tertib baik dalam fretest ataupun pos tets, pembuatan resume, pro aktif dan lainnya. Namun dua bulan di lapangan itu yang akan lebih menentukan,” pungkasnya. (Yudhi )

Reporter : Yudi

Editor : Najib Lee

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY