JAWABAN ATAS KONTROVERSI SULTAN BANTEN KE 18 SULTAN RTB HENDRA BAMBANG WISANGGENI

JAWABAN ATAS KONTROVERSI SULTAN BANTEN KE 18 SULTAN RTB HENDRA BAMBANG WISANGGENI

138 views
0
BERBAGI

Kok tiba-tiba ada yang ngaku Sultan Banten ke 18, padahal bukan orang Banten?

BANTEN | Harus Dibaca Tuntas

✔ *Sultan Muhammad Syafiuddin, Sultan Banten ke XVII (nama lain :Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin)* (1809-1813) merupakan salah seorang putera dari Sultan Muhammad Muhyiddin Zainussalihin. Ia naik takhta menggantikan Sultan Aliuddin II setelah sebelumnya posisi sultan diwakilkan oleh Caretaker Sultan Wakil Suramenggala, karena Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin belum cukup dewasa saat itu.

Tahun 1832 dikarenakan adanya perlawanan dari rakyat Banten yang terus menerus kepada pemerintah Hindia Belanda, terutama dengan adanya Bajak Laut Selat Sunda. Pemerintah Belanda menganggap adanya bantuan Kesultanan Banten dalam perlawanan tersebut, *sehingga pada tahun tersebut Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin dan keluarga dibuang Belanda ke Surabaya.*

❓ *_Kesultanan Banten sudah berakhir sejak masa penjajahan, kenapa sekarang bangkit lagi?_*

✔ *Selama hampir 3 abad Kesultanan Banten mampu bertahan bahkan mencapai kejayaan yang luar biasa, diwaktu bersamaan penjajah dari Eropa telah berdatangan dan menanamkan pengaruhnya. Perang saudara, dan persaingan dengan kekuatan global memperebutkan sumber daya maupun perdagangan, serta ketergantungan akan persenjataan telah melemahkan hegemoni Kesultanan Banten atas wilayahnya.*

Pada tahun 1808 Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda 1808-1810, memerintahkan pembangunan Jalan Raya Pos untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris. Daendels memerintahkan Sultan Banten untuk memindahkan ibu kotanya ke Anyer dan menyediakan tenaga kerja untuk membangun pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Ujung Kulon. Sultan menolak perintah Daendels, sebagai jawabannya Daendels memerintahkan penyerangan atas Banten dan penghancuran Istana Surosowan. Sultan beserta keluarganya disekap di Puri Intan Istana Surosowan) dan kemudian dipenjarakan di Benteng Speelwijk. Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmuttaqin kemudian diasingkan dan dibuang ke Batavia. Pada 22 November 1808, Daendels mengumumkan dari markasnya di Serang bahwa wilayah Kesultanan Banten telah diserap ke dalam wilayah Hindia Belanda.

Kekuatan politik Kesultanan Banten runtuh pada tahun 1813 setelah sebelumnya Istana Surosowan sebagai simbol kekuasaan dihancurkan, dan pada masa-masa akhir pemerintahannya, para Sultan Banten tidak lebih dari raja bawahan dari pemerintahan kolonial di Hindia Belanda.

*Pada masa awal kemerdekaan RI di Yogyakarta terjadi pertemuan antara pewaris takhta Kesultanan Banten:* *Ratu Bagus Aryo Marjojo Soerjaatmadja, Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, dan K.H. Tubagus Achmad Chotib al-Bantani (Residen Banten)*. Pada pertemuan itu, Soekarno mempersilakan pewaris takhta Kesultanan Banten untuk memimpin wilayah Banten kembali, namun pewaris takhta dikarenakan tanggung jawabnya sebagai Direktur BRI (kini setingkat Gubernur Bank Indonesia) *menitipkan kepemimpinan Banten termasuk penjagaan dan pengurusan aset keluarga besar Kesultanan Banten kepada K.H. Tubagus Achmad Chotib al-Bantani selaku Residen Banten sampai saat bilamana anak atau cucu Marjono kembali ke Banten.*

*Sejarah membuktikan bahwa Presiden RI pertama Soekarno saja ingin Kesultanan Banten bangkit kembali, JADI HANYA KOLONIAL DAN ANTEKNYA SAJALAH YG INGIN KESULTANAN BANTEN TENGGELAM*

❓ *_Bukankah Sultan Banten terakhir adalah Sultan Rafiudin, Sultan Banten ke 21? Kenapa Sultan Rtb. Bambang Wisanggeni Sultan Banten ke 18?_*

✔ *Sultan Rtb. Hendra Bambang Wisanggeni dihitung dari Trah Keturunan dari Sultan pertama Maulana Hasanudin (1552-1570) hingga Trah ke 17 Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin (1809-1813)*

Istimewa

Karena adanya intervensi dari kolonial penjajah maka dalam masa pemerintahan Kesultanan Banten timbul beberapa Sultan yang diangkat diluar trah keturunan, yaitu :
– Sultan Syarifuddin Ratu Wakil (1750-1752)
– Caretaker Sultan Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803)
– Caretaker Sultan Wakil Pangeran Suramenggala (1808-1809)
– Sultan Bupati Rafiuddin (1813-1820)
*Sebab itulah muncul pendapat yang keliru tentang jumlah Sultan sebenarnya*

❓ *_Kenapa Sultan Banten ke 18 digugat pengukuhannya?_*

Selama ini Masjid Agung Banten Lama dikelola oleh Kenadziran, sekedar informasi pengunjung yg datang ke Banten Lama untuk berziarah dan berwisata religi mencapai 10 juta orang lebih pertahunnya, bukan angka yang sedikit tentunya, belum lagi kucuran dana bantuan dari Pemerintah daerah maupun pusat yang mencapai Milyaran rupiah.

KENADZIRAN adalah institusi atau organisasi yang mengurus dan mengelola Perwakafan. Wakaf itu harus jelas Waqif, Maukuf, dan Mauquf Alaih-nya. Saat ini BWI lah yang punya otoritas. Adapun Kesultanan adalah institusi yang turun kepada pewaris putra mahkota dari garis keturunan atau trah Sultan itu sendiri. Sehingga bilamana ada pihak Kenadziran mengurus makam dan masjid Sultan Banten yang bukan dari pewaris putra mahkota Sultan Banten mengklaim sebagai Sultan Banten maka klaim tersebut adalah tidak berdasar dan bukan haknya dan bukan pada tempatnya.

*Kehadiran Sultan Banten tentunya membuat kekhawatiran mereka kehilangan periuk nasi nya, inilah yg membuat mereka berusaha menggugat eksistensi Sultan Banten ke 18 .*

❓ *_Dari dulu pengurus Kenadziran Banten Lama selalu berseteru dua kubu, Sultan ke 18 ada di pihak mana?_*

Sultan Rtb. Hendra Bambang Wisanggeni selain sebagai Entitas Budaya Masyarakat Banten, juga berkeinginan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Banten terutama dengan visi misi Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja di berbagai bidang termasuk di bidang pembenahan akhlak masyarakat Banten dengan tetap menjaga Akidah Islam.

*Jadi siapapun yang tergerak hatinya untuk membangun Banten berjaya dan berakhlakul karimah, sesuai hukum NKRI dan akidah keislaman, adalah bagian dari Kesultanan Banten. | respeknews.com | (Redaksi)

Rabu 5 juli 2017

Sumber :
Forum Rembuk Surasowan Kesultanan Banten
www.Kesultananbanten.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten#Daftar_Sultan_Banten

Related posts:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY